SEKELUMIT KELEMAHAN BASIS KINERJA DI INDONESIA

Banyak pengetahuan dari negara maju yang kita ambil tanpa mengadaptasikannya terlebih dahulu dengan budaya lokal bangsa. Sehingga yang timbul adalah hilangnya kearifan lokal yang memang teruji dalam menata berbagai aspek kehidupan masyarakat kita.

Salah satunya adalah basis kinerja … harus kita akui pengetahuan tersebut bukan berasal dari produk lokal, melainkan dari negara negara maju yang mungkin memang cocok dengan tatanan kehidupan mereka.

Sebelum terlalu jauh memaparkan sebagian kelemahan basis kinerja perlu diketahui dulu batasan yang hendak aku sampaikan dalam tulisan ini. Tulisanku hanya membatasi pada hal anggaran dan budaya kerja instansi pemerintah dengan menggunakan basis kinerja yang kita anut sekarang ini.

Pada dasarnya Basis Kinerja mengartikan anggaran yaitu : “Anggaran adalah Kegiatan dalam bentuk angka”. Ingat! angka itu adalah berbatas.

Dalam kenyataan, sistem anggaran kita sungguh masih lemah untuk implementasi hal tersebut, sehingga jangan heran kalau sering menjumpai kasus korupsi berkenaan dengan kesalahan administrasi (belum tentu untuk memperkaya diri sendiri tau kelompok).

Dengan penerapan basis kinerja yang perlu dikuatkan adalah :
1. Perencanaan matang sampai ke level yang paling sepele
2. Pelaksanaan Kegiatan yang tegas (bisa identik dengan kaku)
3. Monitoring yang teliti
4. Evaluasi untuk menentukan nilai hadiah dan hukuman

Singkat kata … Basis Kinerja membentuk bangunan profesionalisme dengan tujuan materi.

Padahal filosofi dari kerja aparat pemerintah adalah pengabdian. Jadi jangan heran kalau sekarang ini istilah abdi negara sudah harus ditanggalkan … karena basis kinerja tak mengenal istilah itu. So … semua pegawai instansi plat merah baik sipil, TNI maupun Polisi bukanlah abdi negara melainkan Pegawai yang digaji oleh Negara.

Kenapa …? semua kerja, keringat, keselamatan bahkan nyawa adalah angka di mata basis kinerja.

Singkatnya lagi : Dengan Basis Kinerja Jangan Pernah Ngomong Pengabdian karena segala apa dilakukan sudah diangkakan. ADA UANG … ADA KEGIATAN, ADA KEGIATAN … TAK ADA UANG PERLU DIPERTANYAKAN karena itu masuk indikasi korupsi.

Bukan maksudku untuk mengajak kembali pada tempo doeloe … melainkan mengingatkan kita semua bahwa kita dulu punya kearifan lokal yang namanya BASIS PENGABDIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.